CONCLUSION
Kehidupan Ezra menunjukkan kepada kita dua kebenaran penting tentang melipatgandakan pengaruh.
Pertama, pengaruh yang bertahan lama dibangun di atas fondasi karakter yang kuat—mempelajari Firman Tuhan, menjalankannya dalam kehidupan, dan baru kemudian mengajarkannya. Kedua, pengajaran dan koreksi yang paling kuat mengalir dari hati yang berdukacita bersama orang lain, bukan dari posisi berdiri di atas mereka.
Ketika dukacita Ezra sungguh-sungguh, dukacita itu menggerakkan sebuah bangsa. Pola yang sama tetap berlaku hingga hari ini. Sebelum kita mencoba membentuk orang lain, Tuhan mengundang kita untuk membiarkan Dia membentuk hati kita sendiri.
Dan ketika hati kita hancur karena hal-hal yang menghancurkan hati-Nya, kehancuran hati itu dapat menjadi tempat di mana pengaruh justru berlipat ganda.