W4 | Jonah: From Disobedience to the Heart of God

REFERENCE BIBLE VERSES

‭‭

Yunus 4:1-4 (TB) | Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia. Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya. Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup.” Tetapi firman TUHAN: “Layakkah engkau marah?”

OBJECTIVE

Untuk memahami kisah nabi Yunus dalam konteks historis sehingga kita dapat benar-benar melihat bagaimana Allah bekerja

Untuk memahami bahwa Allah merindukan hati kita selaras dengan belas kasihan-Nya

CONTENT

Nabi Yunus sering dikenal karena ketidaktaatannya — suatu perbedaan yang jelas dengan Kristus: yang satu melarikan diri dari misinya, yang lain menjalaninya dengan sukarela — dan Yesus sendiri menarik garis paralel langsung antara diri-Nya dan Yunus. Dalam Lukas 11:29-30, Yesus menyebut Yunus sebagai suatu tanda, dengan mengatakan bahwa Anak Manusia akan menjadi tanda bagi angkatan ini sama seperti Yunus bagi Niniwe. Namun, hanya dengan mempertimbangkan konteks historis dan budaya kita dapat benar-benar melihat keindahan karya Allah melalui Yunus.

Jonah: Restoration and Blessings for Israel

God is Working

Unwilling Instruments

CONCLUSION

Meskipun mungkin terasa menggelisahkan bahwa rencana dan kehendak Allah tidak pernah dapat dihindari, kita juga dapat menemukan penghiburan dalam mengetahui bahwa tidak ada satu pun yang kita lakukan berada di luar rencana Allah — termasuk semua pilihan buruk kita. Sama seperti Yunus, Allah kita adalah Allah yang penuh kasih yang terus mengulurkan tangan-Nya kepada kita, menunjukkan belas kasihan, dan bekerja bersama kita untuk menyelaraskan hati kita dengan hati-Nya. Mengetahui bahwa Allah memiliki rencana, pilihan ada pada kita apakah kita mau menjadi alat yang bersedia atau tidak.

REFLECTION/DISCUSSION QUESTIONS

REFERENCES