W3 | Chosen, not by Chance

REFERENCE BIBLE VERSES

‭‭

Yohanes 15:16 | “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”

Yesaya 55:8 | “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku,” demikianlah firman TUHAN.

Kolose 1:10 | “sehingga hidupmu layak di hadapan Tuhan dan berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,”

OBJECTIVE

Menyadari bahwa kita dipilih dan ditetapkan oleh Allah untuk menghasilkan buah.

Belajar bahwa jenis buah yang dimaksud bukanlah pengakuan atau pencapaian sementara, melainkan buah yang memiliki nilai kekal.

CONTENT

Saat pertama kali kita melangkah masuk ke dunia ini, Tuhan sudah memilih kita, untuk berfungsi sebagai tujuan bagi kita untuk terus menerus menghasilkan buah. Namun, sebagai orang Kristen yang hidup di tengah dunia yang sibuk, di mana kita memiliki tanggung jawab dan pekerjaan sehari-hari masing-masing – seperti pekerjaan, keluarga, dll – kita cenderung melupakan bagaimana kita bisa terpilih, apa artinya menghasilkan buah sebagai orang Kristen, dan mengapa kita harus menghasilkan buah sejak awal.

“I chose you and appointed you” – In the very beginning God was the one who chose you first!

“You might go and bear fruit that will last” – Our lives should have a lasting impact. 

“Whatever you ask in my name” – We have the authority in the name of Jesus when we pray.

CONCLUSION

Pada mulanya, Allah-lah yang pertama memilih kita – menanamkan berbagai rencana kepada kita masing-masing, sehingga ketika kita masing-masing menghasilkan buah, kita semua akan menghasilkan buah untuk saling melengkapi. Bapa kita telah menunjukkan begitu banyak kasih kepada kita, sampai pada titik Dia mengorbankan Putra tunggal-Nya untuk mati di kayu salib bagi kita. Karena itu, misi kita untuk terus menghasilkan buah bagi orang lain agar mengalami kemuliaan-Nya seharusnya menjadi salah satu dari sekian banyak hal yang harus kita lakukan bagi Dia. Untuk melakukannya, pertama-tama kita harus memahami bahwa Allah-lah yang memilih kita dalam misi menghasilkan buah ini, dan bahwa satu-satunya motivasi kita harus terletak pada fakta bahwa Allah menetapkan kita untuk melakukan perbuatan baik sebagai bentuk penyembahan kepada-Nya, yang pada akhirnya akan memungkinkan kita untuk terus melakukan perbuatan baik ini sebagai orang Kristen seumur hidup. Demikianlah pentingnya memiliki hubungan yang erat dengan Allah – memungkinkan kita untuk mendengar langkah selanjutnya dan apa yang harus kita lakukan saat merasa tersesat.

REFLECTION/DISCUSSION QUESTIONS

REFERENCES