REFERENCE BIBLE VERSE
Amsal 29:18 (TB) | Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang
yang berpegang pada hukum.
OBJECTIVES
Untuk memahami bahwa visi dari Tuhan mengundang orang-orang, sementara ambisi manusia mengisolasi orang lain.
Untuk memahami bahwa Tuhan tidak pernah bermaksud agar umat-Nya berjalan tanpa
sebuah visi.
CONTENT
Divine Vision Invites, Human Ambition Isolates
- Pengaruh yang bisa bertahan dan berlipat ganda tidak datang hanya dari dorongan pribadi. Hal itu mengalir dari sebuah visi yang berasal dari Tuhan. Ambisi manusia membangun platform untuk diri sendiri; visi ilahi membangun komunitas di sekitar sebuah tujuan bersama. Yang satu mengisolasi. Yang lainnya mengundang.
- Ambisi manusia biasanya berfokus pada diri sendiri. Ambisi itu bertanya, “Bagaimana saya dapat lebih maju? Bagaimana saya dapat lebih dilihat? Bagaimana saya dapat membangun sesuatu yang membawa nama saya?” Bahkan ketika dibungkus dalam bahasa rohani, ambisi itu cenderung menggunakan orang-orang sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Karena pusatnya adalah diri sendiri, orang lain akhirnya merasa digunakan, disisihkan, atau menjadi kompetitif. Hubungan melemah, dan akhirnya merasa terisolasi.
- Visi ilahi bekerja dengan cara yang sebaliknya. Dimulai dari Tuhan. Karena visi itu lebih besar dari hanya seorang individu, visi itu secara alami mengundang orang lain untuk berpartisipasi. Orang-orang bukanlah alat; mereka menjadi rekan, rekan sekerja, dan keluarga. Visi itu menciptakan ruang untuk karunia- karunia yang berbeda, kepribadian-kepribadian yang berbeda, dan musim- musim kehidupan yang berbeda. Pengaruh menjadi berlipat ganda karena beban ditanggung bersama dan kemuliaan diberikan kepada Tuhan.
- Tuhan tidak pernah bermaksud untuk umat-Nya berjalan tanpa visi. Tanpa sebuah visi, kita tidak memiliki pengendalian diri. Dengan visi, kita dijaga, diarahkan, dan diberkati—dan orang lain tertarik untuk berjalan bersama kita.
Paul’s Support: The Companions
- Pasal penutup Kolose memberikan gambaran hidup tentang prinsip ini. Paulus menulis surat ini dari penjara, namun dia tidak sendirian. Dia membawa visi ilahi yang jelas: Injil terus maju dan gereja-gereja diteguhkan di dalam Kristus. Di sekelilingnya ada orang-orang yang memiliki visi yang sama dan membuat pelaksanaannya menjadi mungkin.
- Tikhikus digambarkan sebagai saudara yang terkasih, pelayan yang setia, dan sesama hamba di dalam Tuhan. Tikhikus adalah seseorang yang dapat dipercaya baik untuk menyampaikan berita maupun membawa surat itu sendiri.
- Onesimus dahulu adalah seorang budak yang melarikan diri (seperti yang kita pelajari dari surat kepada Filemon). Sekarang dia berdiri sebagai saudara di dalam Kristus, kembali ke wilayah yang dahulu dia tinggalkan. Visi pengabaran Injil telah mengubah identitasnya dan menariknya ke dalam pekerjaan tersebut.
- Markus, sepupu Barnabas. Ini adalah Markus yang sama yang dahulu meninggalkan Paulus dan Barnabas, dan menyebabkan perselisihan yang tajam (Kisah Para Rasul 15). Pemulihan telah terjadi. Visi ilahi memberi ruang bagi hubungan yang diperdamaikan dan untuk kesempatan kedua.
- Epafras, “yang adalah salah satu dari kamu, seorang hamba Kristus Yesus.” Dia selalu bergumul (bergulat) demi mereka dalam doa-doanya, supaya mereka dapat berdiri dengan dewasa dan sepenuhnya yakin dalam seluruh kehendak Allah.
- Lukas, tabib yang terkasih dan sejarawan yang teliti (secara tradisional penulis Injil Lukas dan Kisah Para Rasul), tetap menjadi seorang rekan yang setia.
- Gambarnya jelas. Bahkan ketika dibatasi, Paulus dikelilingi oleh para pembawa pesan, rekan-rekan sekerja orang Yahudi dan non-Yahudi, seorang gembala dari gereja lokal, seorang tabib, dan yang lainnya. Beberapa mempertaruhkan dirinya untuk menghadapi hukuman penjara bersama dengannya. Beberapa membawa surat-surat dan dorongan melintasi jarak yang jauh. Beberapa bekerja keras dalam doa. Beberapa telah dipulihkan setelah kegagalan sebelumnya. Benang merahnya bukan ambisi pribadi tetapi partisipasi dalam visi ilahi yang sama.
- Karena visi itu berasal dari Tuhan, visi itu mengundang orang-orang. Karena orang-orang merespons, pengaruh Injil terus berlipat ganda bahkan ketika sang rasul berada dalam belenggu. Kolose 4 bukan sekadar daftar nama; itu adalah bukti bahwa visi yang diberikan Tuhan membangun sebuah tim daripada mengisolasi sang visioner.
CONCLUSION
Ambisi manusia mengisolasi karena ambisi itu berpusat pada diri sendiri. Visi ilahi melipatgandakan pengaruh karena visi itu berpusat pada Tuhan dan menciptakan ruang bagi banyak orang untuk berbagi pekerjaan. Para rekan Paulus dalam Kolose 4 menunjukkan kepada kita buahnya: orang-orang dari latar belakang dan panggilan yang berbeda ditarik ke dalam misi yang sama—bekerja, berdoa, bepergian, dan menderita bersama.
Kiranya kita mencari visi yang datang dari Tuhan, berjalan di dalamnya dengan kerendahan hati, dan mengizinkannya mengundang orang lain sehingga pengaruh dilipatgandakan—bukan untuk nama kita, tetapi untuk nama-Nya.
REFLECTION/DISCUSSION QUESTIONS
- Melihat para rekan Paulus dalam Kolose 4, peran atau hubungan mana yang paling menonjol bagi Anda? Bagaimana hal itu menantang atau mendorong Anda untuk mendukung (atau menerima dukungan dalam) sebuah visi ilahi bersama daripada mengejar sesuatu sendirian?
- Dalam hal-hal apa Anda telah melihat ambisi manusia mengisolasi orang-orang (termasuk diri Anda sendiri)? Atau ceritakan sebuah pengalaman ketika Tuhan membawa orang-orang untuk membantu Anda dengan cara-cara yang pada awalnya tidak Anda bayangkan.
REFERENCES