REFERENCE BIBLE VERSES
Yohanes 13:34 (TB) | “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamusaling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus salingmengasihi.”
Yohanes 15:12–13 (TB) | “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sepertiAku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”
Roma 5:8 (TB) | “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karenaKristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
OBJECTIVE
Mengetahui bahwa kita dipanggil untuk saling mengasihi seperti Yesus mengasihi, danbagaimana kita dapat menggunakan lima bahasa kasih untuk menunjukkan kasih secaraefektif kepada orang-orang di sekitar kita.
CONTENT
Why We Love
- Ketika Yesus berbicara tentang kasih, Dia tidak sedang berbicara tentang suatu perasaan yang datang dan pergi. Seperti yang dikatakan dalam Yohanes 13:34, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu.” Dia menyebutnya sebagai sebuah perintah. Ini bukan sesuatu yang kita rasakan terlebih dahulu sebelum melakukannya. Ini adalah perintah untuk meniru kasih yang telah kita terima. Kasih yang nyata dan tulus berasal dari Allah. Kita hanya mampu mengasihi Dia, atau siapa pun juga, karena Dia terlebih dahulu mengasihi kita. Kita tidak menghasilkan kasih itu dari diri kita sendiri; kita hanya meneruskan apa yang telah diberikan kepada kita.
- Standar kasih adalah Kristus sendiri. Yohanes 15:12 berkata, “…supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.” Ini berarti kasih kita kepada orang lain tidak dapat didasarkan pada bagaimana perasaan kita terhadap mereka, atau apakah mereka layak menerimanya. Yesus telah memberikan teladan yang sempurna bagi kita. Dia mengasihi kita dengan pengorbanan, dengan kesabaran, dan dengan sengaja. Standar kasih kita bukanlah standar toleransi dunia, melainkan kasih Yesus yang tidak mementingkan diri sendiri.
The Price of Love
- Yohanes 15:13 membawa standar tersebut lebih jauh lagi, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Yesus mengatakan hal ini tidak lama sebelum Dia pergi ke kayu salib. Ini memberi tahu kita sesuatu yang tidak nyaman tentang kasih menurut Alkitab: kasih itu memiliki harga. Kasih yang nyata memberikan sesuatu dari dirinya sendiri—waktu, kenyamanan, harga diri, atau kemudahan—demi kebaikan orang lain. Jika kasih kita tidak pernah mengorbankan apa pun dari diri kita, kita perlu bertanya apakah apa yang kita sebut kasih benar-benar adalah kasih, atau hanya kasih sayang yang bertahan selama semuanya masih mudah.
- Inilah sebabnya salib adalah gambaran paling jelas yang kita miliki tentang seperti apa kasih sebenarnya. Yesus tidak hanya mengajarkan kasih yang berkorban; Dia melakukannya, bahkan sampai kepada kematian. Dia menyerahkan kemuliaan, kenyamanan, dan hidup-Nya sendiri bagi orang-orang yang tidak mendapatkannya. Itulah teladan kasih yang paling utama. Bukan sebuah perasaan, melainkan sebuah pilihan untuk menyerahkan segala sesuatu demi kepentingan orang lain. Inilah yang membedakan kasih-Nya dari kasih kita. Kasih itu tidak pernah merupakan respons terhadap kebaikan kita. Kasih itu adalah sebuah pilihan, yang dibuat terlebih dahulu, dengan harga yang besar, bahkan sebelum kita pernah memberikan kepada-Nya alasan apa pun untuk melakukannya.
How We Love (The Five Love Languages)
- Mengetahui bagaimana mengasihi seseorang dengan cara yang benar-benar membuat mereka merasa dikasihi adalah hal yang berbeda. Di sinilah lima bahasa kasih (yang dipopulerkan oleh Dr. Gary Chapman) dapat menjadi alat yang membantu dan praktis. Idenya sederhana: orang cenderung memberikan dan menerima kasih dengan cara yang berbeda. Apa yang membuat seseorang merasa dikasihi mungkin tidak sama dengan cara yang membuat orang lain merasa dikasihi.
-
Mengasihi seperti Yesus berarti bersedia mengasihi dengan bahasa yang bukan secara alami merupakan bahasa kita, karena kasih pada dasarnya berfokus pada orang lain, bukan pada diri sendiri. Lima bahasa kasih tersebut adalah:
1. Kata-Kata Peneguhan (Words of Affirmation) Menyatakan kasih melalui dorongan, penghargaan, dan kata-kata yang baik, baik secara lisan maupun tulisan.
Contoh praktis: Mengirim pesan kepada anggota cell yang secara khusus memberitahukan apa yang kamu hargai dari mereka, atau memberikan peneguhan kepada mereka secara langsung di depan kelompok.
2. Waktu yang Berkualitas (Quality Time) Memberikan perhatian yang penuh dan terfokus kepada seseorang.
Contoh praktis: Makan bersama seorang anggota cell secara pribadi, tanpa menggunakan ponsel, hanya untuk mendengarkan bagaimana keadaan mereka yang sebenarnya dalam kehidupan mereka.
3. Tindakan Melayani (Acts of Service) Melakukan sesuatu yang membantu seseorang sebagai ungkapan kasih.
Contoh praktis: Membantu seorang anggota cell pindahan, menawarkan untuk berdoa bersama mereka saat itu juga, atau membantu mereka mempersiapkan sesuatu yang membuat mereka merasa tertekan.
4. Pemberian (Gifts) Memberikan sesuatu yang nyata dan dipikirkan dengan penuh perhatian sebagai tanda kasih. Ini bukan tentang harganya, tetapi tentang perhatian yang ada di balik pemberian tersebut.
Contoh praktis: Membawakan makanan ringan favorit seseorang ketika kamu tahu bahwa mereka telah melewati minggu yang berat.
5. Sentuhan Fisik (Physical Touch) Gerakan fisik yang tepat, seperti pelukan, tepukan di bahu, atau berjabat tangan, yang menyampaikan kehangatan dan kepedulian.
Contoh praktis: Memberikan pelukan hangat kepada seorang teman dalam kelompok cell, terutama jika mereka sedang melalui sesuatu yang sulit.
CONCLUSION
Alkitab memberikan alasannya: kita mengasihi karena Kristus terlebih dahulu mengasihikita, dan kasih-Nya penuh pengorbanan, disengaja, dan berpusat pada orang lain.
Bahasa kasih memberikan caranya: sebuah cara praktis untuk memastikan bahwa kasih yang kita berikan benar-benar dirasakan oleh orang yang menerimanya.
Mengasihi satu sama lain seperti yang Yesus perintahkan bukan hanya tentang memilikiperasaan hangat terhadap orang-orang dalam kelompok cell kita. Ini tentang memberikanperhatian, memperhatikan bagaimana orang-orang di sekitar kita merasa dikasihi, danbersedia mengasihi mereka dengan cara tersebut, bahkan jika hal itu membuat kita harusmengorbankan sesuatu.
REFLECTION/DISCUSSION QUESTIONS
- Dari kelima bahasa kasih tersebut, bahasa kasih mana yang secara alami paling sering kamu berikan? Bahasa kasih mana yang secara alami paling sering kamu terima?
- Kasih yang berkorban memiliki harga. Apa sesuatu yang mungkin harus kamu korbankan untuk mengasihi seseorang dengan baik minggu ini—waktu, harga diri, kenyamanan, atau kemudahan?
REFERENCES
- https://www.gotquestions.org/five-love-languages.html
- https://www.gotquestions.org/love-one-another.html
- https://godrunning.com/2018/04/28/jesus-and-the-5-love-languages-chapter-16/
- https://www.desiringgod.org/articles/if-we-love-god-most-we-will-love-others-best
- https://www.bibleref.com/1-John/4/1-John-4-7.html
- https://versebyversecommentary.com/2018/02/10/john-1334/