REFERENCE BIBLE VERSES
Ayub 1:22 (TB) | Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.
Mazmur 102:1-2 (TB) | TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu. Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku berada dalam kesesakan; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!
OBJECTIVE
Allah tidak mencari doa-doa yang terdengar sempurna. Ia mencari hati yang jujur.
CONTENT
Vulnerability is Not A Lack of Faith
- Ayub adalah seorang yang benar yang mengalami kehilangan yang tidak terbayangkan—kekayaannya, anak-anaknya, kesehatannya, dan reputasinya. Namun, sepanjang kitab Ayub kita dapat melihat bahwa Ayub terus berbicara kepada Allah. Mungkin tidak selalu indah dan tenang, tetapi ia berdoa dengan jujur dan ia tidak berbuat dosa dengan menuduh Allah berbuat salah.
- Ayub mengungkapkan rasa sakitnya kepada Allah. Melalui doanya, ia memang bertanya mengapa hal itu terjadi kepadanya; ia tidak mengerti rencana Allah. Itu adalah doa-doa yang apa adanya. Terkadang kita berpikir bahwa iman berarti tidak pernah bertanya, tetapi iman adalah terus melanjutkan percakapan dengan Allah bahkan ketika kita tidak memahami-Nya.
- Ayub mengungkapkan rasa sakitnya langsung kepada Allah, bukan menjauh dari-Nya. Melalui kerentanan, kita membangun keintiman dengan Allah. Doa menjadi lebih dalam ketika kita berhenti berusaha membenarkan diri kita sendiri di hadapan Allah. Kerentanan yang sejati sering kali menjadi jalan menuju penyerahan diri.
- Ayub percaya bahwa Allah sanggup menanganinya. Namun ada kedewasaan dan hikmat dalam doa-doanya.
-
Ayub 7:4 (TB) | Bila aku membaringkan diri, aku berpikir: Bilakah aku akan bangun? Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam kegelisahan sampai dinihari.
Ayub mengakui penderitaan dari jam-jam yang panjang dan tanpa ketenangan. Ia mengungkapkan pikirannya sebagaimana muncul—tanpa polesan, tanpa saringan, hanya kenyataan di hadapan Allah. Kata-katanya menunjukkan bahwa iman bukanlah berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja; iman adalah membawa semuanya kepada Dia yang sudah mengetahuinya.
Getting Honest with God in Prayer
- “Ratapan” adalah kata yang sering kali tidak kita dengar dalam khotbah atau baca dalam renungan, tetapi kata itu terjalin di seluruh Kitab Suci. Dalam kitab Mazmur, Daud memberikan teladan yang baik tentang seperti apa meratap itu. Kita mungkin merasa perlu menyensor atau memperhalus doa-doa kita agar terdengar lebih “rohani,” tetapi Daud, yang disebut “seorang yang berkenan di hati Allah” (1 Samuel 13:14), memberikan contoh seperti apa doa-doa ratapan yang penuh gairah itu.
- Allah ingin kita mencurahkan isi hati kita kepada-Nya. Tindakan mengakui dengan sungguh-sungguh ketakutan, kesedihan, dan kekecewaan kita dalam doa tidak akan menjauhkan kita dari Allah; justru akan membawa kita lebih dekat kepada-Nya karena itu adalah tindakan kepercayaan dan kerentanan.
- Belajar berdoa dari Ayub berarti membawa emosi Kita yang mentah dan tanpa saringan kepada Allah. Daripada mempersembahkan bahasa keagamaan yang terdengar sempurna, Ayub menunjukkan kepada kita bahwa kerentanan yang sejati—mengakui rasa sakit, kebingungan, bahkan kemarahan Kita kepada Tuhan—adalah tindakan iman yang mendalam.
- Allah menyambut kebenaran yang apa adanya. Ia mengenal hati Kita dan mengundang Kita untuk mencurahkan keluhan dan dukacita Kita langsung kepada-Nya. Doa-doa Ayub mengingatkan kita bahwa iman yang sejati berarti membawa seluruh diri Kita—terutama bagian-bagian yang hancur—ke dalam keamanan hadirat Allah.
- Bahkan ketika Ayub tidak menerima semua jawaban, doa-doanya pada akhirnya membawanya ke tempat kekaguman, penghormatan, dan penyerahan diri kepada kedaulatan Allah yang tertinggi.
- Mengakui ketakutan, kesedihan, dan kekecewaan kita dalam doa tidak akan menjauhkan kita dari Allah; sebaliknya, hal itu akan membawa kita lebih dekat kepada-Nya.
REFLECTION/DISCUSSION QUESTIONS
- Pernahkah kamu merasa bahwa Tuhan diam? Bagaimana hal itu memengaruhi kehidupan doamu?
- Apa satu area dalam hidupmu di mana Allah mungkin sedang mengundangmu untuk lebih jujur kepada-Nya?
REFERENCES