REFERENCE BIBLE VERSES
Ibrani 4:16 (TB) | Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Efesus 3:20 (TB) | Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,
OBJECTIVE
Melalui Kristus, kita tidak perlu mendekati Allah dengan ketakutan atau rasa malu. Kita dapat berdoa dengan penuh keyakinan, mengetahui bahwa doa Kita didengar.
CONTENT
We Need Help
- Yesus berkata dalam Yohanes 15:5, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Apa yang Kita lakukan dari hari Senin sampai Sabtu seharusnya sama rohaninya dengan apa yang Kita lakukan pada Minggu pagi. Kita tidak diciptakan hanya untuk melakukan hal-hal yang tidak bermakna sampai hari Minggu tiba. Kita diciptakan untuk mencerminkan kemuliaan Allah dalam semua yang kita lakukan. Kita diciptakan untuk menikmati hadirat Allah saat kita melakukan segala sesuatu. Tetapi dosa telah merusak secara menyeluruh kemampuan kita untuk mengenal Yesus dan membuat kita sulit untuk bergantung kepada Kristus sepenuhnya.
- Di sini, dalam ayat 16, kita didorong untuk mendekat kepada Allah agar memperoleh pertolongan-Nya pada waktu kita membutuhkan. Menyadari bahwa kita tidak berdaya, kita dengan sengaja bergantung kepada Allah untuk kita dapat mengikuti Allah. Kita terhubung kepada-Nya. Doa adalah keputusan yang sadar untuk berseru kepada Yesus, meminta pertolongan-Nya agar dapat berkata tidak kepada pencobaan dan hidup dalam kebenaran. Doa adalah tindakan berdasarkan fakta bahwa Yesus telah memikul dosa-dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita mati terhadap dosa dan hidup untuk kebenaran (1 Petrus 2:24-25).
- Apa pun yang Kita lakukan yang tidak dilakukan dalam ketergantungan kepada Kristus, dilakukan dalam ketergantungan kepada diri sendiri. Apa pun yang Kita lakukan yang tidak dilakukan dengan segenap hati seperti untuk Tuhan, dilakukan untuk manusia. Apa pun yang Kita lakukan yang bukan untuk kemuliaan Allah, tidak mencapai rencana-Nya. Kita membutuhkan pertolongan, tetapi bukan hanya agar ibadah ini berjalan dengan baik. Kita membutuhkan pertolongan agar setiap bagian kehidupan berjalan dengan benar, setiap keinginan dan perbuatan. Orang yang rendah hati berdoa.
- Berdoalah kepada Allah karena Ia penuh belas kasihan kepada Kita. Ia berbelaskasihan kepada Kita. Ia mengetahui keadaan Kita dan Ia mengetahui kelemahan Kita (Mazmur 103:13-14). Ia tahu bahwa Kita lemah, sehingga Ia mengundang Kita datang kepada-Nya dan memperoleh pertolongan-Nya. Yesus dapat menolong. Yesus mengerti. Yesus adalah Imam Besar Agung Kita yang memberi Kita akses kepada takhta kasih karunia yang mulia. Terkadang kita mendekati Allah lebih seperti seorang karyawan yang takut mendekati atasannya—bukan seperti seorang anak yang mendekati ayah yang mengasihi. Tetapi dari ayat ini kita diundang untuk datang dengan keyakinan. Karena melalui Yesus, sekarang kita memiliki akses kepada Bapa.
Open Invitation
- Kita mungkin bergumul dan ragu ketika berdoa, “Apakah aku cukup layak?”, “Bagaimana jika imanku tidak cukup kuat?” dan sebagainya. Doa yang berani bukanlah tuntutan agar kehendak kita terjadi, melainkan respons penuh keyakinan terhadap undangan terbuka dari Allah. Ini adalah pemahaman bahwa Pencipta alam semesta bukanlah sosok yang menakutkan untuk dihindari, melainkan Bapa yang penuh kasih yang menyambut Kita untuk datang ke hadirat-Nya dengan kejujuran yang sepenuhnya.
- Dengan penuh kerinduan Allah memandang ke cakrawala untuk melihat apakah Ia dapat menangkap sekilas pandangan tentang Kita. Doa adalah pendekatan Kita kepada Allah; Ia ingin melihat wajah Kita dan mendengar suara Kita. Datanglah dengan hati yang percaya, mengetahui bahwa Ia akan menerima Kita. Datanglah dengan yakin dan berani mengambil tempat Kita sebagai anak-Nya; Ia telah menciptakan dan menebus Kita. Akuilah Dia sebagai Bapa Kita. Di mana pun Kita berada, Kita memiliki kebebasan untuk masuk ke dalam Ruang Mahakudus oleh darah Anak Domba.
- Ia peduli terhadap segala sesuatu yang menjadi perhatian Kita. Kita dapat berbicara dengan terus terang, terbuka, dan jujur kepada-Nya dalam bahasa sehari-hari Kita; Kita tidak harus berbicara dengan kata-kata yang indah, tetapi dengan sederhana dan apa adanya.
- Kita akan menemukan rahmat dan kasih karunia untuk menolong Kita pada waktu membutuhkan. Kasih setia-Nya selalu baru setiap pagi, dan Ia mencurahkan kasih karunia demi kasih karunia kepada Kita dengan berlimpah, bahkan lebih dari yang mampu Kita terima. Datanglah ke hadirat-Nya, kenali dan ketahuilah bahwa Dialah Allah Kita; Ia tidak menahan sesuatu yang baik pun dari Kita. Allah yang Mahakuasa ini adalah Sahabat, Penebus, Penasihat, Raja Damai, dan Bapa yang mengasihi Kita yang tidak akan pernah meninggalkan atau mengabaikan Kita. Di dalam hadirat-Nya ada kepenuhan sukacita, kekuatan Kita untuk hari ini. Setelah datang dengan yakin dan berani kepada Takhta Kasih Karunia, Kita dapat melangkah keluar dengan mengetahui bahwa Kita tidak pernah sendirian. Hadirat Allah menyertai Kita.
-
Apa arti atau seperti apa berdoa dengan berani/penuh keyakinan:
○ Berdoa dengan berani/yakin dalam kelemahan — Allah tidak menunggu Kita memperbaiki diri terlebih dahulu. Kita dapat datang: lelah, cemas, bingung, bergumul, atau lelah secara emosional. Karena kasih karunia bukan untuk orang yang sempurna. Kasih karunia adalah untuk orang yang membutuhkan.
○ Berdoa dengan berani tanpa rasa malu — Musuh sering memakai rasa malu untuk menciptakan jarak dari Allah. Tetapi teguran dari Allah menuntun kita kembali kepada-Nya—bukan menjauh dari-Nya. Karena Yesus sudah membayar harganya, kita tidak mendekati Allah sebagai orang yang ditolak.
○ Berdoa dengan untuk kebutuhan Kita — Terkadang kita berpikir bahwa doa hanya seharusnya berisi hal-hal yang “rohani.” Tetapi Allah juga peduli terhadap: kekhawatiran Kita, masa depan Kita, keluarga Kita, emosi Kita, pergumulan Kita, dan kebutuhan sehari-hari Kita. Allah hadir juga dalam kebutuhan kita sehari-hari. Tidak ada hal yang terlalu kecil untuk dibawa ke hadapan-Nya.
○ Berdoa dengan berani yang selaras dengan kehendak Allah — Keberanian yang sejati mencakup penyerahan diri. Karena terkadang iman yang terbesar bukanlah mengendalikan hasil, melainkan mempercayai Allah bahkan ketika jawaban-Nya terlihat berbeda.
○ Berdoa dengan yakin bahwa Kita didengar — Doa bukan berbicara ke dalam kekosongan. Doa adalah persekutuan dengan Allah yang hidup.
REFLECTION/DISCUSSION QUESTIONS
- Apa perbedaan antara berdoa dengan berani dan menuntut sesuatu dari Allah?
- Apa yang menghalangi Kita untuk berdoa dengan berani?
REFERENCES