REFERENCE BIBLE VERSES
Yohanes 14:16-17 (TB) | “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”
Roma 8:26 (TB) | “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”
Kisah Para Rasul 1:8 (TB) | “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
OBJECTIVE
Untuk melihat Roh Kudus sebagai “agen personal” dalam hal transformasi dan penginjilan kita sebagai orang percaya.
Untuk memahami bahwa ketaatan di bawah pimpinan Roh Kudus adalah kunci untuk membuka misi Tuhan bagi hidup kita.
CONTENT
Daripada hanya menjadi sebuah “kuasa dari jauh”, Roh Kudus adalah penuntun kita yang aktif dan yang hadir, di mana kita juga dapat memiliki hubungan yang dekat dengan Roh Kudus. Ia memberi kita keberanian dan keyakinan, menguatkan kita dalam kelemahan kita, dan mengaktifkan panggilan kita untuk hidup yang berdampak. Namun, kuasa ini melampaui keuntungan pribadi. Membangun keintiman dengan Roh Kudus adalah dasar untuk menjadi saksi Kristus yang efektif.
From Calling to Capacity
- Kata Yunani yang merujuk kepada Roh Kudus adalah Parakletos, yang berarti seseorang yang dipanggil untuk mendampingi dan menolong, atau secara sederhana Penolong. Terjemahan lain termasuk Penasihat, Pembela, Penghibur, dan Pengantara. Pada inti-Nya, Roh Kebenaran mengambil peran yang mencakup semuanya untuk memenuhi setiap kebutuhan manusia sehingga pada akhirnya, kita menjadi diperlengkapi dengan baik untuk menjadi saksi Firman-Nya di depan dunia yang tidak percaya (Yoh. 14:17).
- Cara untuk mengalami transformasi hidup adalah dengan mengundang Sang Penolong untuk bergerak bebas dalam kehidupan kita sehari-hari. Melalui Kristus, kita telah dibebaskan dari kematian rohani, sehingga sekarang kita dapat dengan berani hidup dalam kebebasan ini (2 Kor. 3:17). Namun, ini berarti kita menjadi nyata dan pribadi dengan Pendamping kita yang tetap. Kita harus memberi ruang bagi-Nya untuk menyelidiki kedalaman hati kita (1 Kor. 2:10) dan membiarkan hadirat-Nya memenuhi kita. Saat Ia menyadarkan kita akan dosa-dosa kita, menuntun kita kepada seluruh kebenaran (Yoh. 16:13), dan menyatakan tugas ilahi kita, kita mendapatkan akses kepada keintiman yang melampaui segala pengertian, memampukan kita untuk menghasilkan karakter Roh Kristus terlepas dari keadaan sulit atau kebutuhan yang belum terpenuhi.
From Empowerment to Impact
- Tuhan selalu memiliki misi lintas generasi dan global (Mat. 28:19-20). Karena itu, pekerjaan Roh Kudus tidak pernah dimaksudkan berhenti pada kita. Proses transformasi kita memperlengkapi kita dengan cara-cara yang membantu pekerjaan-Nya di dalam hidup orang-orang di sekitar kita, memastikan pesan Kristus tidak hanya jatuh pada telinga yang dangkal, tetapi berakar di hati mereka yang menerimanya (Yoh. 15:26).
- Mengikuti jejak Yesus datang dengan tugas-tugas supranatural yang, jika dilakukan tanpa keterlibatan Roh Kudus, pasti akan menghasilkan kelelahan dan kebingungan. Pertumbuhan yang nyata tidak terjadi melalui perjuangan sendiri. Sebaliknya, melalui Dia yang menguatkan, kita bertambah dalam kapasitas rohani, intelektual, dan fisik kita, sehingga kita dapat berjalan dalam ajaran Kristus dengan otoritas ilahi (Luk. 12:12).
- Walaupun kita semua diberikan karunia Roh Kudus yang berbeda-beda, yang menyenangkan Tuhan bukanlah pencapaian kita yang mengesankan, tetapi kesediaan kita untuk tunduk kepada pimpinan Roh. Sebagai orang percaya, menjadi keuntungan bagi kita bahwa kita memiliki Sang Penghibur setiap saat untuk menguatkan dan menopang kita, bahkan ketika kita tidak memiliki kata-kata untuk penderitaan kita (Rm. 8:26). Sebagai hasil pekerjaan-Nya di dalam kita, iman kita menjadi dewasa dengan kemuliaan yang terus bertambah, memampukan kita melewati pencobaan dan penganiayaan demi Kerajaan-Nya. Pada akhirnya, pembelaan-Nya mengubah hidup dan membentuk tingkah laku serta karakter kita menjadi serupa sepenuhnya dengan Kristus (2 Kor. 3:18).
REFLECTION/DISCUSSION QUESTIONS
- Apa satu area dalam hidupmu di mana kamu merasa Roh Kudus sedang mengajakmu untuk lebih percaya kepada-Nya? Langkah ketaatan apa yang dapat kamu ambil minggu ini sebagai dalam meresponi Roh Kudus?
- Bagaimana kamu membedakan apakah tindakanmu dipimpin oleh Roh atau didorong oleh diri sendiri?
- Ceritakan seperti apa bentuk anda berhenti sejenak dan mengundang Roh Kudus masuk ke dalam momen-momen biasa sehari-hari (misalnya: mengasuh anak, pekerjaan, percakapan)?
REFERENCES