REFERENCE BIBLE VERSES
Yohanes 15:4-5 (TB) | Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak dapat berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Filipi 4:11-13 (TB) | Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam keadaan kenyang, maupun dalam keadaan lapar, baik dalam keadaan berkelimpahan maupun dalam keadaan berkekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
OBJECTIVE
Untuk memahami bahwa menghasilkan buah dan memberi dampak sepenuhnya bergantung pada Allah
Untuk memahami bahwa kedewasaan datang dari menyadari bahwa Yesus adalah sumber kecukupan kita
CONTENT
Ketergantungan sering dipandang sebagai kelemahan. Kita hidup dalam dunia yang memuji kemandirian — orang-orang yang mencukupi diri sendiri, yang membangun segala sesuatu dengan kekuatan mereka sendiri, yang tidak membutuhkan siapa pun. Namun dalam Yohanes 15, Yesus dengan sengaja menggunakan gambaran pokok anggur dan ranting-rantingnya untuk menunjukkan kepada kita bahwa bergantung kepada-Nya bukanlah kelemahan — melainkan cara kita dirancang untuk hidup. Ranting tidak dapat berbuah dengan sendirinya. Hanya ranting yang tetap terhubung dengan pokok anggur yang akan menghasilkan buah. Ketika ranting tidak terhubung dengan pokok anggur, ia akan layu dan Yesus menjelaskan dengan tegas: mereka yang tidak tinggal di dalam Dia adalah seperti ranting yang layu; dipotong dan dibuang ke dalam api.
You are the Branch, Not the Vine
- Yesus memilih gambaran ini dengan sengaja. Ranting tidak menjadi lemah karena membutuhkan pokok anggur — justru ia bekerja sebagaimana seharusnya. Dengan cara yang sama, kita tidak gagal ketika kita bergantung pada Yesus. Kita sedang berfungsi sesuai dengan rancangan kita. Yesus bahkan menegaskan bahwa mereka yang tidak tinggal di dalam Dia akan dipotong, dan mereka yang tidak berbuah akan diambil. Ketergantungan pada Kristus bukanlah pilihan — itu adalah syarat utama untuk kehidupan yang berbuah.
- Kita tidak bertumbuh dan menghasilkan buah melalui usaha pribadi semata. Kita dapat berbuah semata-mata hasil dari tinggal dalam hubungan yang terus-menerus dan intim dengan Kristus melalui Roh Kudus. Yesus adalah sumber kekuatan kita, kehidupan rohani kita, dan segala sesuatu yang kita hasilkan adalah bagi Kerajaan-Nya.
The Secret Paul Discovered
- Paulus menulis Filipi 4:13 dari dalam penjara — dan konteks itu mengubah segalanya. Ayat ini sering disalahartikan sebagai janji bahwa Allah akan menolong kita mencapai apa pun yang kita inginkan. Namun Paulus tidak sedang berbicara tentang menang atau mencapai hal-hal besar. Ia berbicara tentang menjalani setiap musim kehidupan — baik nyaman maupun menyakitkan, penuh maupun kosong — dengan damai dan kestabilan. Kekuatan yang Kristus berikan kepadanya bukanlah kuasa untuk menaklukkan keadaan, melainkan kuasa untuk tetap setia melaluinya. Bukan “Aku bisa melakukan apa saja yang aku mau dengan pertolongan Allah.” Melainkan “Aku dapat menghadapi apa pun yang datang karena aku tidak menghadapinya sendirian.”
- Pilihan kata Paulus memperdalam hal ini lebih jauh. Kata Yunani yang ia gunakan untuk “contentment” berasal dari filsafat Yunani, yang berarti kecukupan diri — gagasan bahwa orang bijak tidak membutuhkan apa pun di luar dirinya untuk hidup damai. Paulus mengambil kata ini dan membalik maknanya sepenuhnya. Ia berkata: kecukupan yang dicari para filsuf itu, aku telah menemukannya — tetapi sumbernya bukan diriku. Sumbernya adalah Yesus. Kecukupan yang sejati tidak ditemukan dalam diri kita. Kecukupan itu ditemukan di dalam Kristus.
Abiding Produces Fruit That Reflects the Vine
- Yohanes 15:7 (TB) | Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
- Seperti Filipi 4:13, ayat ini bukanlah cek kosong. Ini bukan janji bahwa Allah akan memberikan apa pun yang kita minta tanpa memedulikan bagaimana kita hidup. Syaratnya adalah tinggal di dalam Dia. Dan bagi mereka yang sungguh-sungguh tinggal di dalam Kristus, menghasilkan buah bukanlah tujuan yang harus dikejar — melainkan hasil yang tidak terelakkan. Pertanyaannya bukan apakah ranting itu akan menghasilkan buah, tetapi apakah ia tetap terhubung dengan pokok anggur.
- Pohon apel menghasilkan apel. Bukan jeruk, bukan mangga — apel. Demikian juga, kehidupan yang sungguh-sungguh berakar di dalam Kristus akan secara alami menghasilkan buah yang serupa dengan Kristus: kasih, kerendahan hati, pelayanan, kesetiaan. Yesus mengatakan hal ini — bahwa kita akan berbuah banyak, membuktikan bahwa kita adalah murid-murid-Nya, dan memuliakan Bapa. Buah yang kita hasilkan selalu mencerminkan di mana kita berakar.
REFLECTION/DISCUSSION QUESTIONS
- Dalam bagian mana dalam hidupmu kamu merasa enggan untuk bergantung kepada Allah dan menurutmu apa yang menjadi alasan di balik keengganan itu?
- Paulus belajar mencukupkan diri melalui kesulitan nyata. Apa yang kamu pelajari dari masa-masa sulit tentang dari mana sebenarnya kecukupanmu berasal?
REFERENCES