REFERENCE BIBLE VERSES
Matius 6:10 (TB) | “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.”
1 Korintus 13:4-8 (TB) | “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan.”
Roma 12:2 (TB) | “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
OBJECTIVE
Memahami bahwa ketika kita berdoa “di bumi seperti di surga” (dari Doa Bapa Kami), kita sedang mengundang Tuhan untuk menyelaraskan hidup kita dengan kerajaan-Nya.
Menyadari bahwa sebagai duta-duta surga, kita dipanggil untuk menunjukkan kasih yang supranatural, yang berjalan berbeda dari standar dunia.
CONTENT
On Earth as in Heaven
- Di setiap generasi, nilai-nilai surga selalu berbeda dengan prioritas dunia yang telah jatuh dalam dosa. Karena itu, doa bukan tentang memaksa kehendak Tuhan agar sesuai dengan keinginan kita, tetapi tentang membentuk hati kita agar selaras dengan tujuan kerajaan-Nya. Ketika kita berdoa agar kehendak Tuhan terjadi di bumi seperti di surga, kita sedang menyatakan dua hal: pertama, bahwa ada cara yang lebih baik untuk dunia ini berjalan; dan kedua, bahwa Tuhan peduli terhadap keadaan dunia kita. Ini adalah seruan hati yang rindu agar surga dan bumi diselaraskan—sebuah doa yang berkata, “Tuhan, jangan biarkan aku bersikap acuh terhadap kejahatan. Aku mau mengambil bagian dalam misi-Mu untuk membawa pemulihan, pengharapan, dan pembaruan.”
- Kalimat dalam Doa Bapa Kami ini memanggil kita untuk hidup berbeda. Kita diajak untuk meninggalkan cara hidup yang berdosa dan berpusat pada diri sendiri, dan menggantikannya dengan kebenaran dan damai sejahtera dari kerajaan Allah. Kita juga diingatkan untuk tidak terikat pada kenyamanan dunia, melainkan menyadari identitas kita sebagai penghuni sementara di dunia ini (1 Petrus 2:11). Rumah kita yang sesungguhnya adalah di surga, dan kebenaran ini seharusnya mempengaruhi cara kita menjalani hidup setiap hari.
Heavenly Love
- Sebagai duta Kristus, kita dipercayakan dengan misi untuk menghadirkan gambaran surga di tengah dunia yang rusak. Kita dipanggil untuk menunjukkan kasih yang melampaui pengertian manusia, yaitu kasih yang digambarkan dalam 1 Korintus 13. Kasih ini sabar, bertahan dalam segala sesuatu, dan tidak berkesudahan. Kasih ini meninggalkan jejak yang kekal dan berdampak sampai pada kekekalan. Cara terbaik untuk mewakili Kristus adalah dengan mengasihi seperti Dia mengasihi kita, bahkan ketika itu terasa tidak masuk akal atau sulit. Ketika kita hidup dalam kasih seperti ini, orang-orang di sekitar kita akan melihat dan bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi?” Kasih seperti ini hanya mungkin karena Allah.
- Pengharapan yang kita miliki di dalam Kristus memberi kita kemampuan untuk mengasihi dengan tulus. Dalam Kolose 1:4–5, Paulus memuji orang-orang percaya karena iman mereka dalam Kristus dan kasih mereka kepada semua orang kudus, yang mengalir dari pengharapan yang disediakan bagi mereka di surga. Karena mereka tahu bahwa mereka akan menghabiskan kekekalan bersama Kristus, mereka menjadi bebas untuk mengasihi dengan murah hati, memberikan waktu, harta, bahkan hidup mereka bagi orang lain.
Love in Practice
- Kasih yang sejati dimulai dari hati. Untuk mengasihi secara radikal seperti orang Samaria yang murah hati (Lukas 10), kita harus terlebih dahulu memiliki belas kasihan di dalam hati kita. Kasih seperti ini hanya dapat lahir dari hati yang benar-benar mengenal Tuhan dan berjalan dekat dengan-Nya. Kasih ini tidak dapat disembunyikan, dan akan nyata dalam tindakan kita sehari-hari. Kita akan melampaui batas kenyamanan kita untuk menjangkau orang-orang di sekitar kita.
- Ketika kita membangun keintiman dengan Tuhan, kasih-Nya mulai mengalir secara alami melalui hidup kita. Kasih itu menjadi kasih yang rela berkorban, kasih yang bertindak, kasih yang nyata dan terlihat; kasih yang mencerminkan hati dari 1 Korintus 13. Hal ini akan tercermin dalam relasi-relasi yang Tuhan percayakan kepada kita.
CONCLUSION
Doa “di bumi seperti di surga” bukan sekadar kata-kata yang indah, tetapi sebuah undangan yang mengubah hidup. Doa ini memanggil kita untuk menyelaraskan hidup kita dengan kerajaan Allah, meninggalkan pola hidup dunia yang berpusat pada diri sendiri, dan merangkul kebenaran serta damai sejahtera-Nya. Sebagai duta surga, misi utama kita adalah memancarkan kasih yang supranatural—kasih yang digambarkan dalam 1 Korintus 13: sabar, murah hati, dan tahan dalam segala hal. Kasih ini bukan sekadar perasaan, tetapi tindakan nyata yang terlihat melalui belas kasihan dan pengorbanan. Dengan berakar pada pengharapan di surga, kita dimampukan untuk mengasihi secara radikal, membawa pemulihan dan menghadirkan sedikit gambaran kerajaan Allah bagi dunia yang membutuhkan terang-Nya.
REFLECTION/DISCUSSION QUESTIONS
- Seperti apa wujud nyata hidup “di bumi seperti di surga” dalam kehidupan sehari-hari kamu?
- Bagaimana kita dapat menunjukkan kasih yang berbeda dari definisi kasih menurut dunia?
REFERENCES
- https://bibleproject.com/guides/the-lords-prayer/
- https://www.desiringgod.org/articles/faith-hope-and-heaven-on-earth
- https://danieldarling.com/2016/10/teach-us-to-pray-thy-will-be-done-on-earth-as-it-is-in-heaven/#:~:text=To%20pray%20%E2%80%9CThy%20will%20be,healing%20and%20hope%20and%20renewal.%E2%80%9D