REFERENCE BIBLE VERSES
Yohanes 10:28-29 (TB) | “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun…”
Mazmur 4:8 (TB) | “Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.”
Roma 8:31 (TB) | “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”
OBJECTIVE
Mengingatkan kita bahwa keamanan yang sejati tidak ditemukan dalam kekayaan materi atau kepemilikan duniawi, tetapi di dalam Yesus Kristus.
Mengingatkan kita bahwa menjadi aman di dalam Kristus berarti hidup dengan keyakinan bahwa kita berada dalam tangan-Nya, bahkan ketika segala sesuatu di sekitar kita berubah atau gagal.
CONTENT
What It Means to be Secure in Christ
- Kita sebagai manusia cenderung melekat pada hal-hal duniawi seperti uang, status, pencapaian, atau penampilan. Pernahkah kamu bekerja begitu keras untuk mencapai sesuatu, dan dalam prosesnya kamu mulai menaruh identitasmu di dalam hal itu, bukan di dalam Kristus? Semua itu adalah dasar yang rapuh. Ketika hal-hal tersebut hilang, rasa aman kita seringkali ikut hilang, dan kita berusaha mati-matian untuk membangun kembali apa yang dulu membuat kita merasa aman. Yesus memperingatkan kita dalam Matius 6:19–21 untuk tidak mengumpulkan harta di bumi, di mana semuanya bersifat sementara dan dapat diambil. Sebagai anak-anak Tuhan, kita dipanggil untuk melihat melampaui yang sementara. Apa yang kita miliki di dunia ini tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi sumber keamanan kita.
- “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun…” (Yohanes 10:28-29). Ketika Yesus mati di kayu salib, Dia bukan hanya membuat keselamatan menjadi mungkin bagi kita, tetapi Dia membuatnya pasti. Dia bukan hanya menyelamatkan kita, tetapi juga memelihara kita. Perhatikan hal ini: Allah begitu mengasihi kita sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan kita (Yohanes 3:16). Pemberian terbesar sudah diberikan. Ia memberikan Anak-Nya dan jaminan hidup yang kekal. Inilah dasar dari keamanan kita. Keamanan di dalam Kristus tidak didasarkan pada usaha manusia atau keadaan, tetapi pada karya Kristus yang sudah selesai dan kesetiaan Allah.
Safe in His Hands
- Kita mulai merasa aman ketika kita belajar untuk sepenuhnya percaya pada kedaulatan Allah dan janji-janji-Nya, bahkan dalam musim yang tidak pasti. Seperti seorang anak yang bisa beristirahat, bukan karena dia mengerti semuanya, tetapi karena dia percaya kepada orang yang menjaganya. Dengan cara yang sama, kita diberikan jaminan bahwa kita tidak menghadapi hidup sendirian. Pencipta alam semesta memperhatikan kita, dan Dia bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:28). Seperti yang diingatkan dalam Roma 8:31, “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” Jika Allah ada di pihak kita, apa alasan kita untuk takut?
- Mazmur 4:8 berkata, “Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.” Daud menuliskan ini ketika ia melarikan diri demi nyawanya dari anaknya sendiri, Absalom, yang telah berbalik melawannya. Reputasinya hancur, musuh-musuhnya mendekat, dan kematian bisa datang kapan saja. Namun di tengah ancaman tersebut, Daud berkata bahwa ia bisa berbaring dan tidur dengan damai karena ia percaya Tuhan akan menjaganya. Daud aman di dalam Dia. 1 Petrus 5:7 mengundang kita untuk “menyerahkan segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” Filipi 4:6 mengingatkan kita untuk tidak khawatir tentang apa pun. Menjadi aman di dalam tangan-Nya berarti memiliki damai yang membuat kita dapat beristirahat, bukan karena hidup kita bebas dari masalah, tetapi karena kita tahu bahwa Tuhan setia dan Dia memegang kendali.
Living in Quiet Assurance
- Dalam Filipi 3:8, Paulus berkata, “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya.” Paulus memiliki status, pencapaian, dan pengaruh, tetapi ia kehilangan semuanya ketika ia dipenjara di Roma. Bahkan demikian, ia menganggap semua yang pernah ia miliki sebagai “sampah” dibandingkan dengan Kristus. Hal ini karena keyakinannya tidak berakar pada apa yang ia miliki atau siapa dirinya, tetapi hanya di dalam Kristus. Seperti Paulus, kita seharusnya memiliki rasa aman yang tidak terguncang oleh kehilangan, perubahan, atau kemunduran. Identitas kita berakar di dalam Kristus saja, bukan pada hal-hal dunia ini.
CONCLUSION
Dunia menawarkan bentuk-bentuk keamanan yang sementara, tetapi hanya Kristus yang memberikan keamanan yang bertahan. Ketika kita tahu bahwa kita aman di dalam tangan-Nya, kita dapat percaya kepada-Nya bahkan dalam ketidakpastian, karena Dia memegang kendali dan Dia peduli kepada kita. Ketika kita menaruh identitas kita di dalam Dia saja, kita dibebaskan dari ketergantungan pada hal-hal yang sementara. Seperti Paulus, kita mulai melihat bahwa tidak ada yang dapat dibandingkan dengan mengenal Kristus. Karena Dia, kita dapat berbaring dalam damai dan menghadapi hari esok tanpa takut. Di dalam Kristus, kita memiliki keamanan yang tetap ketika segala sesuatu yang lain berlalu.
REFLECTION/DISCUSSION QUESTIONS
- Dalam hal apa saja kita cenderung menaruh rasa aman kita pada hal-hal duniawi tanpa kita sadari?
- Hal apa yang dalam kehidupan sehari-hari yang menjadi bentuk kita tetap percaya bahwa Tuhan memegang kendali, terutama dalam musim yang tidak pasti?
REFERENCES