Fuse Jakarta

W1 | Fruit that Lasts

REFERENCE BIBLE VERSES

‭‭

Yohanes 15:4-5 (TB)
“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Yohanes 15:16 (TB)
“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”

Galatia 5:22-25 (TB)
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.”

 

OBJECTIVE

Menyadari bahwa sumber dari setiap buah yang bertahan adalah Allah saja.

Memahami bahwa buah ini merujuk pada karakter rohani yang kekal, bukan pencapaian duniawi yang sementara.

CONTENT

God is the Vine, We are the Branches

The Nature of Eternal Fruit

Guarding Against Counterfeit Fruit

CONCLUSION

Di tengah dunia yang terobsesi dengan kesuksesan lahiriah, firman ini mengingatkan kita bahwa makna hidup yang sejati bukan terletak pada apa yang kita capai, tetapi pada kepada siapa kita terhubung.
Buah Roh adalah hasil supranatural dari kehidupan yang berakar dalam Kristus. Baik melalui tindakan sederhana seperti mengampuni maupun memilih untuk hidup dalam kasih setiap hari, setiap penyerahan diri membuka jalan bagi kehidupan Kristus mengalir melalui kita.
Ketika kita bergantung kepada-Nya dan melepaskan pengakuan dunia, Tuhan akan membentuk karakter dalam diri kita yang bertahan sampai kekekalan. Inilah warisan sejati kita dan persiapan kita untuk hidup bersama Allah selamanya.

REFLECTION/DISCUSSION QUESTIONS

REFERENCES